Jumat, 27 Januari 2012

Makalah Kimia Kripton (Kr)

BAB I
PENDAHULUAN

Kripton (Kr) terletak pada golongan VIII A (gas mulia) periode 4 dan memiliki nomor atom 36. Kripton berasal dari bahasa Yunani “Kriptos” yang artinya tersembunyi. Ditemukan oleh sir William Ramsey dan Morris William Travers (1898) dalam residu yang tersisa setelah udara cair hampir menguap semua.

Kripton terdapat di atmosfer udara secara natural dengan tingat kepadatan 1 ppm. Kripton dapat diisolasikan dari udara dengan cara cryogenic ( ilmu yang mempelajari suatu materi dengan temperatur yang sangat rendah yaitu, di bawah -150 °C, –238 °F atau 123 K) dari udara. Atmosfer Mars diketahui mengandung 0.3 ppm krypton. Kripton padat (solid) adalah zat kristal berwarna putih dengan struktur kristal kubik yang merupakan sifat umum pada semua gas mulia. Kripton akan ditemukan terpisah dari gas-gas lain.

Satuan resmi meter didapat dari panjang satu garis spectral jingga-merah dari kripton-86. Cahaya kripton (Kr) berwarna hijau brilian dan spektral jingga, kripton merupakan salah satu produk dari penguraian uranium. 

Konfigurasi elektron Kripton di tiap kulitnya adalah 2 8 18 8. Konfigurasi elektron Kripton menurut aturan aufbau adalah (Ar) 3d10 4s2 4p4. Kripron merupakan gas tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa.

Biodata Kripton (Kr)
Nama
Kripton



Spektrum Kripton
Lambang
Kr
Nomor Atom
36
Golongan, Periode
VIII A, 4
Penampilan
Tidak berwarna, berbau, dan berasa
Massa Atom
83,80 g/mol
Konfigurasi Elektron
(Ar) 3d10 4s2 4p4
Jumlah Elektron tiap Kulit
2 8 18 8



BAB II
PEMBAHASAN

A.       Sifat Kripton
Sifat Kripton (Kr) dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Sifat-sifat Kripton (Kr)
Fase
Gas
Suhu kritis (K)
210
Nomor atom
36
Tekanan Uap
P (Pa)
1
10
100
Berat atom
83,80
T (K)
59
65
74
Jari-jari (pm)
þ Kovalen
þ Univalen
þ Van der Waals

110
169
200
Energi Ionisasi
þ Ke-1
þ Ke-2
þ Ke-3

1350.8 kJ/mol
2350.4 kJ/mol
3565 kJ/mol
Massa Jenis
3.749 g/L
Elektronegativitas
3.00 (skala Pauling)
Kalor Peleburan
1.64 kJ/mol
Sifat magnetik
nonmagnetic
Kalor Penguapan
9.08 kJ/mol
Konduktivitas termal
(300 K) 9.43 mW/(m·K)
Kapasitas Kalor
(25 °C) 20.786 J/(mol·K)
Kecepatan suara
(gas, 23 °C) 220 m/s
(liquid) 1120 m/s
Titik leleh (K)
116
Huap pada titik didih
9,6 kJ/mol
Titik didih (K)
120
Struktur Kristal
Kubus

Karakteristik Kripton
Kripton dicirikan oleh beberapa garis emisi (tanda tangan spektrum) terkuat menjadi hijau dan kuning. Ini adalah salah satu produk fisi uranium. Kripton padat (solid) adalah zat kristal berwarna putih dengan struktur kristal kubik yang merupakan sifat umum pada semua gas mulia (kecuali helium, karena stukturnya membentuk kristal hexagonal).

B.        Reaksi Kripton
Seperti gas mulia lain, kripton kimiawi tidak reaktif. Namun, setelah sintesis senyawa Xenon yang pertama sukses pada tahun 1962, sintesis Kripton difluorida (KrF2) dilaporkan pada tahun 1963. Kripton (Kr) dapat direaksikan dengan Flour (F2) dan menghasilkan Kripton difluorida (KrF2) dengan rumus molekul:
Kr(s) + F2 (s) KrF2 (s)
Reaksi ini dihasilkan dengan cara mendinginkan Kr dan F2 pada suhu -196 0C lalu diberi loncatan muatan listrik atau sinar X. Dari kira-kira selusin senyawaan kripton yang dikenal, semuanya merupakan garam kompleks yang diturunkan dari KrF2. Salah satu contoh pembentukan garam adalah:
KrF2  +  SbF5     KrF+  +  SbF6-
Lalu, pada tahun yang sama, KrF4 dilaporkan oleh Grosse, tetapi kemudian ditemukan kekeliruan. Ada juga senyawa yang belum diverifikasi, yaitu barium garam dari asam karboksilat Kripton. Ion poliatomik ArKr + dan KrH+ telah diteliti dan terbukti untuk KrXe atau KrXe+.

Senyawa Kripton berikatan dengan atom-atom selain fluor juga telah ditemukan. Reaksi KrF2 dengan B(OTeF5)3 menghasilkan senyawa yang tidak stabil, Kr(OTeF5)2, yang berisi ikatan Kripton-oksigen. Ikatan Kripton-nitrogen ditemukan pada kation [HC≡N–Kr–F]+, dihasilkan oleh reaksi KrF2 dengan [HC≡NH] + [AsF] dengan suhu dibawah −50°C. HKrCN dan HKrC≡CH (Kripton hidrida-sianida dan hydrokryptoacetylene) dilaporkan stabil hingga 40 K. 

Kripton klatrat dibuat dengan menggunakan hidrokuinon dan fenol.  85Kr dapat digunakan untuk analisis kimia dengan menanamkan isotop kripton dalam beragam zat padat. Selama proses ini, terbentuk kriptonate. Aktivitas kriptonate sangat sensitif dalam reaksi kimia dalam bentuk larutan. Karenanya, konsentrasi reaktan pun jadi dapat ditetapkan.

Namun, walaupun kripton diketahui juga membentuk senyawa, senyawa kripton jarang dipelajari karena kestabilannya dan sifat radioaktifnya yang membuat penanganannya sukar.


C.       Pengolahan Kripton
Beberapa garis emisi kripton membuat percikan gas kripton yang terionisasi muncul keputih-putihan, yang pada gilirannya membuat lampu berbasis Kripton berguna dalam fotografi sebagai sumber cahaya putih cemerlang. Kripton digunakan dalam beberapa jenis fotografi bercahaya yang digunakan dalam fotografi dengan kecepatan tinggi. Gas kripton juga bisa dikombinasikan dengan gas lainnya untuk membuat cahaya yang bersinar dengan warna hijau kekuningan.

Kripton yang dicampur dengan argon dapat mengisi lampu fluorescent hemat energi. Hal ini dapat mengurasi jumlah daya yang dipakai. Sayangnya, ini juga mengurangi terangnya lampu dan akan menambah biaya. Harga kripton 100x lebih mahal daripada argon. Jika, kripton dicampur dengan xenon, maka bisa juga digunakan pada lampu pijar untuk mengurangi penguapan filament dan meninggikan suhu yang akan dipakai untuk filament. Cahaya biru terang yang dihasilkan akan lebih terang daripada lampu konvensional.

Percikan Kripton putih sering digunakan untuk efek dalam tabung percikan gas berwarna, yang kemudian dicat agar muncul warna yang diinginkan (misalnya, "neon" contoh iklan, dimana semua hurufnya muncul warna yang berbeda, disinilah kripton dipakai). Kripton juga dapat menghasilkan cahaya yang lebih tinggi kepadatannya daripada neon di daerah garis spektrum merah dan untuk alasan ini, laser merah untuk laser cahaya berkekuatan tinggi sering menggunakan laser kripton.

Kripton memiliki peran penting dalam produksi dan penggunaan laser Kripton fluorida. Laser ini penting dalam penelitian energi fusi nuklir di eksperiman perbatasan. Laser ini juga memiliki keseragaman sinar yang tinggi, panjang gelombang yang pendek, dan kemampuan untuk mengubah ukuran tempat untuk melacak bahan peledak. 

Dalam ekperimen partikel fisika, kripton cair digunakan untuk membangun quasi-homogeneous elektromagnetik calorimeters. Salah satu contoh yang terkenal adalah percobaan calorimeter NA48 di CERN yang mengandung ±27 ton Kripton cair. Penggunaan ini langka, karena biasanya yang digunakan adalah argon cair karena lebih murah. Kelebihan Kripton atas Argon adalah radius Molière-nya yang kecil, yaitu sekitar 4,7 cm, yang memungkinkan untuk resolusi spasial yang sangat baik dan menurunkan tingkat terjadinya tumpang tindih. Parameter lain yang relevan untuk aplikasi kalorimetri ini adalah: radiasi panjang X0 = 4,7 cm, kepadatan 2.4 g/cm3.
Majelis disegel percikan kesenjangan yang terkandung dalam pengapian exciters digunakan dalam beberapa mesin jet yang lebih tua berisi yang sangat kecil jumlah Kripton-85 untuk mendapatkan tingkat ionisasi yang konsisten dan operasi yang seragam. Kripton-83 memiliki aplikasi dalam Pencitraan Resonansi Magnetis (MRI) untuk pencitraan airways. Khususnya, ini dapat digunakan untuk membedakan antara permukaan hidrofobik dan hidrofilik yang mengandung saluran udara. 

Meskipun xenon mempunyai potensi untuk digunakan dalam computed tomography (CT) untuk menilai regional ventilasi, anestesi yang properti memiliki batas kadarnya pada pernafasan gas 35%. Penggunaan campuran pernapasan yang mengandung 30% xenon dan 30% Kripton akan sebanding dalam efektivitas untuk CT sepersekian xenon 40%, sementara menghindari efek yang tidak diinginkan dari sebagian kecil gas xenon yang berkadar tinggi.



D.      Manfaat dan Keuntungan Kripton
Manfaat atau keuntungan yang didapat dari gas kripton adalah, sebagai berikut:
a.      Digunakan sebagai lampu kilat fotografi berkecepatan tinggi.
b.  Bila dicampur dengan argon bisa digunakan untuk pengisi lampu fluorescent hemat energi.
c.       Bahan utama untuk pembuatan laser kripton diflourida.
d.     Digunakan untuk lampu disko.
e.      Digunakan untuk lampu menara mercusuar.
f.   Lampu pada landasan pacu pesawat terbang sebagai penerangan dan penunjuk jalan pada malam hari.
g.    Dapat juga dicampur dengan gas lain agar menghasilkan sinar hijau kekuningan dengan melemparkannya ke udara yang digunakan sebagai penanda atau kode.
h.   Pemancar gamma-nya digunakan untuk alat radioterapi yang dipakai untuk membunuh sel kanker.


E.        Kerugian dan Dampak Kripton
Unsur kripton tunggal tidak menghasilkan dampak bagi manusia. Namun, sifat radioaktifnya apabila telah bercampur dengan xenon yang terjerat dalam tabung pencampur senyawa bahan bakar nuklir yang digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)-lah yang berbahaya. Karena Kripton adalah pemancar gamma yang merupakan limbah radioaktif yang apabila masuk ke lingkungan sangat berbahaya. Khusus untuk manusia tergantung dari kekuatan radioktifnya, radiasi nuklir dapat menyebabkan menghilangnya rambut, membunuh sel-sel saraf dan pembuluh darah yang menyebabkan kejang dan kematian mendadak, menghancurkan sebagian atau seluruh bagian tiroid, berkurangnya  jumlah limfosit darah, menyebabkan kerusakan pada lapisan saluran usus yang dapat menyebabkan mual, muntah dan diare berdarah, serta dapat menyebabkan kemandulan.


BAB III
PENUTUP

A.       Kesimpulan

Kripton (Kr) terletak pada golongan VIII A (gas mulia) periode 4 dan memiliki nomor atom 36. Kripton berasal dari bahasa Yunani “Kriptos” yang artinya tersembunyi. Ditemukan oleh sir William Ramsey dan Morris William Travers (1898) dalam residu yang tersisa setelah udara cair hampir menguap semua.
Kripton terdapat di atmosfer udara secara natural dengan tingat kepadatan 1 ppm. Kripton dapat diisolasikan dari udara dengan cara cryogenic ( ilmu yang mempelajari suatu materi dengan temperatur yang sangat rendah yaitu, di bawah -150 °C, –238 °F atau 123 K) dari udara. Atmosfer Mars diketahui mengandung 0.3 ppm krypton. Kripton padat (solid) adalah zat kristal berwarna putih dengan struktur kristal kubik yang merupakan sifat umum pada semua gas mulia kecuali helium.
Kripton (Kr) dapat direaksikan dengan Flour (F2) dan menghasilkan Kripton difluorida (KrF2) dengan rumus molekul:
Kr(s) + F2 (s) KrF2 (s)
Reaksi ini dihasilkan dengan cara mendinginkan Kr dan F2 pada suhu -196 0C lalu diberi loncatan muatan listrik atau sinar X.
Kripton dapat digunakan untuk lampu kilat fotografi berkecepatan tinggi, bila dicampur dengan argon bisa digunakan untuk pengisi lampu fluorescent hemat energi, sebagai bahan utama untuk pembuatan laser kripton diflourida, digunakan untuk lampu disko, digunakan untuk lampu menara mercusuar, dll.
Namun, Kripton adalah pemancar gamma yang merupakan limbah radioaktif yang apabila masuk ke lingkungan sangat berbahaya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar